Pantai Plengkung atau yang lebih dikenal dengan G-Land.. Browsing sana-sini demi menuhin hasrat keingintahuan gue tentang pantai ini. Jujur, gue baru pertama kali denger nama pantai ini dan belum pernah sama sekali melakukan kunjungan wisata atau sekedar silahturahmi sama pasir, ombak atau apapun yang ada di pantai ini termasuk bule hihihi. Secara gue anak rumahan, nggak suka keluar-keluar rumah, maksimal pergi seminggu sekali. Sebenernya emang nggak boleh kemana-mana sih. Jarang yang ngajak pergi juga #curhat.
Meskipun baru denger, entah kenapa gue langsung tertarik untuk bener-bener memperdalam ilmu gue tentang pantai ini. Lagian siapa tau aja suatu hari nanti gue bisa ke pantai ini. Dan pengetahuan gue udah cukup modal buat pergi menjelajah. Gak perlu yang namanya nanya-nanya sama Peta, tokoh kartun yang suka nyanyi sebelum nujukkin jalan dan sekaligus teman seperjuangan gadis cilik berambut pendek yang hobi bertanya dan nge yel-yel sepanjang perjalanan bersama dengan simpanse berboots merah, kan?
Part I --- Letak & Lokasi
PANTAI PLENGKUNG
Pantai Plengkung itu adanya di Indonesia! Iya, Indonesia tanah air kita ini. Yang dijajah oleh bangsa Eropa karena punya banyak banget kekayaan alam, daerah-daerah potensial untuk perekonomian, pariwisata, penelitian, tempat tinggal para satwa yang luar biasa eksotisnya, dan masih banyak lagi deh! (bangga banget). Pantai Plengkung lebih tepatnya berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kab.Banyuwangi, Jawa Timur…tau kan? Jawa Barat lurus lagi sampe ujung terus belok kanan...salah. Menurut info yang gue dapet, kabupaten ini terletak di ujung tenggara Pulau Jawa, berbatasan dengan Kab. Situbondo di utara, Selat Bali di timur. Untuk sampe ke G-Land berarti harus lewatin jalur Taman Nasional Alas Purwo kalo lokasi pertama kita memang di Banyuwangi, tapi beda rute kalo kita di Bali. Nanti akan gue jelaskan lebih lanjut. Baca sampe selesai yaa..
sumber:google.co.id
Part II --- Kebudayaan & Adat Istiadat
TAMAN NASIONAL ALAS PURWO
Nah, gue ngerasa perlu juga buat nyeritain lokasi yang satu ini, iya, Taman Nasional Alas Purwo biasa disingkat TNAP. Kenapa? Soalnya, sebelum ke Pantai Plengkung. Banyak banget para wisatawan yang melakukan perhentian di TNAP ini. Baru di portal masuk aja, sensasi hijaunya udah terasa.
sumber:google.co.idBukan cuma yang hijau-hijau kayak vegetasi hutan pantai sama mangrove aja yang ada. Di sini juga ada satwa-satwa yang menurut gue ini adalah satwa yang lucu. Ada penyu, kura-kura, banteng, burung merak, rusa, dan lainnyaaa.
sumber : tnalaspurwo.org
tunggu saatnya, gue juga akan mengeluarkan mahakarya kayak gini.
Di daerah sekitar TNAP ini juga banyak pantainya lho, disertai dengan fasilitas penginapan yang sangat layak juga buat dijadikan tempat bermalam. Nah tuh makin menarik aja buat dikunjungi.
Indah?Keren?Kece?Seru?Udah pasti, tapi…gimana cara kesananya? Sebelumnya, akan gue jelaskan soal petunjuk diatas itu. Sadengan dan Trianggulasi itu adalah nama beberapa pantai yang terdapat disekitaran wilayah TNAP. Kalo Pancur, itu pos pemberhentian bagi kendaraan-kendaraan yang dititipkan, sedangkan para wisatawan melanjutkan perjalannya dengan kendaraan umum atau sewaan yang sesuai dengan medan yang akan ditempuh selanjutnya. Ehmm…kebetulan sempet nyari-nyari info rute ke TNAP ini. Nih jalur-jalurnya! Yuk cusss.
1. Pokoknya, tujuan utama kita itu ke Banyuwangi, Jawa Timur. Mau naik kereta, pesawat, mobil, becak, atau jalan kaki juga boleh asal kuat. Dari kota Banyuwangi menuju pintu utama Taman Nasional di Rowobendo. Nanti kita bisa naik semacam motor trail atau angkutan khusus wisatawan, tapi harus daftar dulu ya sebelumnya. Kurang lebih biayanya sekitar Rp135.000,00/org. Cukup ekonomis.
2. Nggak semua kendaraan bisa melintas, biasanya kendaraan pribadi dititip di pos tertentu. Yang khusus buat pemberhentian gitu.
3. Nah, ada lagi nih. Kalo posisi kita ada di Bali, sebaiknya lewat jalur laut aja (bukan berenang sendiri gitu ya..nyewa kapal! ). Para wisatawan biasanya banyak memilih jalur ini karena lebih menghemat waktu. Dan so pasti rutenya juga lebih singkat. Biayanya sekitar satu juta peseorangnya. Hmm, gak bikin kan-ker kok! Sebanding deh sama keindahan yang menanti di depan.
Gimana? Udah cukup jelas belom? Kalo belom, ajak gue aja, ya!
Berikutnya, gue mau bahas soal fakta unik dari kebudayaan dan adat istiadat di TNAP nih! Siapa yang nyangka kalo taman nasional kayak gini bisa memiliki tempat yang bisa dijadiin sarana kebudayaan, upacara keagamaan dan adat istiadat? Gue pun enggak.
Gue gak berhenti untuk pengen tau soal kawasan TNAP ini. Ternyata, dari sekian banyaknya pengunjung di TNAP, tujuan mereka selain berwisata itu adalah bertapa! Bedanya sama A’ang tokoh utama di film Avatar yang bertapa dalem bola es. Kalo yang ini, bertapa dalam goa, jadi inget jaman kerajaan-kerajaan sebelum Indonesia merdeka. Kebiasaan ini juga dipengaruhi berbagai latar belakang suku, kepercayaan, yang udah pasti berbeda-beda dari masyarakat Indonesia (Bhinneka Tunggal Ika coi!) Dan yang gue tau, ada yang sampe esktrem bertapa tiga tahun!! Tiga tahun!! Ngapain aja? Ya, bertapa. Nah, berikut beberapa goa yang ada. Nih contohnya, satu aja ya..Goa Istana!
Goa Istana, pantes betah. Kayak istana kali dalemnya ya... Ada Goa Putri, mungkin ini yang jadi favorit para lelaki, Goa Padepokan, Goa Mayangkoro dan goa-goa lainnya yang tidak diragukan lagi kemistisan bersejarah dan keindahannya. Bisa dilihat dari corak-corak peninggalannya. Kayak patung, relief-relief luar dan lainnya.
Di sini juga ada tempat ibadahnya lho! Namanya Pura Giri Salaka, akan rame kalo hari Pagerwesi tiba, penganut kepercayaan ini pasti akan dateng ke pura buat ngelakuin ritual khusus.
Agak susah untuk sampe ke pura ini, apalagi kalo baru berkunjung satu atau dua kali, menurut sumber, jalan untuk ke pura ini banyak cabangnya. Jadi, banyak-banyaklah bertanya di jalan biar gak tersesat dan tau jalan pulang biar nggak jadi butiran debu… Di sini disediakan kendaraan umum tradisional, yang mesinnya mesin genset. Biayanya sih dibawah tiga ribu per orang. Jadi…santai aja. Tentunya, setiap tempat-tempat yang banyak dikunjungi, selain punya keistimewaan, ada nilai sejarah dan legenda yang timbul dari mulut kemulut di masyarakat. Silahkan ditelusuri sendiri ya…kalo gue sih udah baca hihihi.
Part III --- Keindahan & Keunikan
G-LAND
Setelah gue telusuri lebih jauh, G-Land ini ada hubungannya juga sama Grajagan. Apa itu? Grajagan adalah nama sebuah desa. Jadi kalo kita melalui jalur darat, sebelum menuju Plengkung kita bisa tiba di desa ini terlebih dahulu. Sedikit intermezo sejarah aja ya, sekitar tahun 70-an itu ada beberapa peselancar yang lagi berekspedisi ke desa ini. Untuk melanjutkan perjalanan, mereka menempuh jalur pantai yang jaraknya sekitar dua puluh kilometer pake papan selancar! Beh..mungkin kalo gue yang kayak gitu…gue gak bisa kali sekarang nulis di blog ini. Bener-bener dahsyat perjuangannya. Tapi enaknya nggak usah mandi kali ya..kan kena air terus. Lanjut….. Nah di G-Land ini merupakan tempat berdirinya Surf Camp yang pertama, yaitu G-Land Bobby's Surf Camp dan katanya budget dari camp ini nggak bikin sampe harus gadein semua barang-barang bawaan kok! Alias menjalin persahabatan yang sejati dengan kantong para pengunjung! (makin pengen mampir).
Oh iya, ternyata menurut alasan geografis, diberi nama G-Land karena pantai ini dikelilingi daratan seperti pulau yang menyerupai huruf G terbalik gitu. Tapi masih banyak juga arti G-Land versi yang berbeda.
![]() |
| sumber:google.co.id-G Land Island search |
Gue juga dapet info nih, kalo ombak di pantai ini tingginya bisa mencapai empat sampai lima meter.. WOW.. kece badai. Biasanya sih ombak akan meninggi saat bulan Maret-Oktober. Nah tuh, waktunya cukup lama buat nabung, terus liburan deh di pantai ini. Gue nggak ngebayangin kalo bisa selancar di ombak yang tinggi nya tiga kali tinggi badan gue. Bukan cuma itu pesona dari ombak ini, tapi hebatnya juga masuk jadi nominasi TIGA BESAR OMBAK TERBAIK DI DUNIA. WEDEEHHHHH…Dan ombak di pantai ini juga gak ‘putus nyambung’ kayak lagunya BBBBB. Lebih kayak susul-susulan gitu deh. See? Sepertinya gue gak akan bisa naik barengan sama ombak buat bergaya ala peselancar internasional, mungkin berdiri aja susah gue, kalo nggak dibantuin. Tapi tenang aja, gue akan latihan dulu di pantai terdekat.
Keindahan ini, tentunya nggak akan bertahan lama kalo kita sendiri, para penduduk Indonesia, terlebih masyarakat Banyuwangi, nggak menjaganya. Wisatawan Mancanegara aja mau untuk berlelah-lelah untuk ke tempat ini, jarak nggak menghalangi mereka. Bahkan DUNIA bener-bener menghargai, mengagumi dan mengakui keindahan ini. Keindahan punya bangsa kita! INDONESIA.
Pemerintah juga udah mulai menggali potensi wisata di daerah ini lho. Tau nggak soal acara pagelaran seni budaya Banyuwangi bulan April lalu? Itu menurut gue jadi 'One Great Step' nya pemerintah untuk mengembangkan daerah ini, awal mulanya di mulai dari Banyuwangi. Salut deh! Gue juga yakin, partisipasi dari anak-anak muda juga yang harus 'getol promosi' buat kemajuan bangsa, termasuk juga daerah ini.
cr: Jarred Hancox
Pssst...kalo mau liburan ke Pantai Plengkung, nggak harus jago selancar kok. Asal nggak takut air dan siap bertualang, ini tempat yang paling cucok!
Sekian dulu postingannyaa :D . Semoga bermanfaat. Dan banggalah sama sejuta keindahan yang ada di Indonesia, baik yang terlihat secara langsung atau pun yang nggak terlihat.
Kalo ada yang masih mau tau banyak lagi, silahkan aja search di sumber-sumber yang tercantum di bawah ini! Perbanyak membaca buat nambah wawasan yaaaa.
Selamat berlibur bagi yang berniat ke Pantai Plengkung!!
foto & sumber : google.co.id tnalaspurwo.org balipost.co.id wikipedia.org









